Kita pernah saling berkata soal cinta. Sampai ketika kita begitu ingin memiliki satu sama lain. Mengungkapkan perasaan cinta seperti layaknya sepasang kekasih.
Bukan kisah cinta normal seperti pasangan lainnya yang kita lakoni. Tapi, kau dan aku tetap tegar dalam cinta kita. Banyak omongan. Banyak hembusan kabar burung. Banyak hujatan. Namun, perasaan kita ternyata tetap sama.
Hari demi hari, bulan demi bulan, sampai akhirnya kita merancang masa depan yang begitu indah untuk cinta ini. Ya, begitu menyenangkan membayangkannya. Kau tersenyum, akupun begitu.
Memang bukan seperti kisah cinta pangeran dan permaisuri dalam dongeng, tapi kurasakan cerita ini begitu luar biasa. Penuh misteri dan pelajaran. Sampai kupikirkan ini sebuah pertanda dari-Nya. Aku bertahan kalau begitu. Dan aku mulai berpikir cinta ini karena-Nya. Cinta ini ada karena kehendak-Nya. Dan aku harus memperlakukanmu seperti yang Dia kehendaki. Agar aku dan kau, ada dalam kekuatan cinta yang abadi seperti yang selalu kita impikan.
Ada masalah, ada cinta, ada amarah, ada sayang, ada kesal, ada perhatian, ada muak, ada rindu.Semuanya turut hadir mengisi hari-hari hubungan ini.
Memang kurasakan sungguh perasaan ini sebenarnya kuat. Tidak kuhiraukan yang lain sampai hanya kau yang ada dipikiranku. Begitu juga dengan kau. Kau cerita lebih banyak lagi hati yang mencoba mengusik perasaanmu padaku. Tapi kau bertahan, untukku.
Namun, kini. Sampai jarak yang memisahkan kita, permasalahan turut mengisi komunikasi yang menjadi satu-satunya cara untuk kita mempertahankan perasaan yang sudah mulai sulit untuk dipertahankan lagi.
Kau sibuk dengan urusanmu, begitu juga aku, sibuk dengan urusanku.
Sampai detik kau putuskan untuk tidak melanjutkan hubungan ini lagi, aku sudah siap. Karena sungguh, aku mencintaimu karena-Nya. Aku siap karena Dia yang merancang ini semua untuk kita. Apalah daya kita yang lemah ini.
Kini, aku hanya dapat meminta pada-Nya, yang menjadi sutradara atas kisah cinta ini. Semoga Dia memberikan kau penggantiku apabila ternyata bukan aku yang terbaik bagimu, atau mungkin, terus menjaga perasaan ini untuk suatu saat nanti apabila memang kau jodohku. Agar kau diberikan kekuatan untuk dapat bertahan dalam hidup yang sesungguhnya. Tidak semua yang indah yang harus kita hadapi, untuk menjadi hamba-Nya yang kuat.
Untuk kisah cinta ini,
Aku sayang kamu, tapi mungkin belum sekarang saatnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar